Laman

PPh pasal 15

Materi PPh Pasal 15

Dasar Hukum 
UU Nomor 36 tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.
KMK No. 416/KMK.04/1996
KMK No. 417/KMK.04/1996
KMK-634/KMK.03/1994
SE-2/PJ.03/2008
KEP-667/PJ/2001

Subjek Paja
k PPh 15
Perusahaan penerbangan dalam negeri
Perusahaan pelayaran dalam negeri
Pelayaran asing dan/atau penerbangan luar negeri
Wajib pajak internasional (WPLN) yang memiliki kantor perdagangan perwakilan di Indonesia
Pihak yang melakukan kemitraan dalam bentuk perjanjian bangun-guna-serah/'build operate transfer' (BOT)

Obyek Pajak PPh 15
Penghasilan dari :
Perusahaan penerbangan dalam negeri
Perusahaan pelayaran dalam negeri
Pelayaran asing dan/atau penerbangan luar negeri
Wajib pajak internasional (WPLN) yang memiliki kantor perdagangan perwakilan di Indonesia,
Pihak yang melakukan kemitraan dalam bentuk perjanjian bangun-guna-serah/'build-operate-transfer' (BOT)

Tarif PPh 15
Perusahaan Penerbangan Dalam Negeri
       •Laba bersih = 6% x Omzet Bruto
        Pajak penghasilan = 1,8% x Omzet Bruto
Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri
       •Laba bersih = 4% x Omzet Bruto
       •Pajak penghasilan = 1,2% x Omzet Bruto
Pelayaran Asing dan/atau Penerbangan Luar Negeri
       Laba bersih = 6% x Omzet Bruto
       Pajak penghasilan = 2.64% x Omzet Bruto

Wajib Pajak Internasional (WPLN) yang Memiliki Kantor Perdagangan Perwakilan di 
     Indonesia, namun tidak memiliki perjanjian bilateral di bawah perjanjian pajak
     Indonesia (P3B)
       Laba bersih = 1% x Nilai Ekspor Bruto
       Penyelesaian pajak penghasilan = 0.44% x Nilai Ekspor Bruto

Pihak yang Melakukan Kemitraan dalam Bentuk Perjanjian Bangun Guna Serah/'build operate-transfer' (BOT)
       Pajak penghasilan =                                                                                                                      5% x bruto nilai tertinggi nilai pasar dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).


Cara Pembayaran/Pelunasan PPh 15

Pembayaran dan Penyampaian Laporan PPh Pasal 15
        Laporan harus diserahkan pada tanggal 20, di bulan di mana pembayaran pajak juga
        dilakukanNamun, tanggal jatuh tempo pembayaran pajak itu sendiri bervariasi.

Perusahaan Penerbangan dalam Negeri
       Dibayar paling lambat pada tanggal 10, di bulan setelah faktur dibuat.

Perusahaan Pelayaran dalam Negeri dan Pengiriman Asing dan/atau Perusahaan Penerbangan
       Dibayar pemungut cukai paling lambat pada tanggal 10, di bulan setelah faktur dibuat atau dibayar oleh wajib pajak paling lambat pada tanggal 15, di bulan setelah faktur dibuat

Wajib Pajak Internasional (WPLN) yang Memiliki Kantor Perdagangan Perwakilan di
Indonesia, namun tidak memiliki perjanjian bilateral di bawah perjanjian pajak Indonesia (P3B)
       Dibayar oleh wajib pajak paling lambat pada tanggal 15, di bulan setelah wajib pajak telah menerima pendapatan.

Pihak yang Melakukan Kemitraan dalam Bentuk Perjanjian Bangun-Guna-Serah/'build
operate-transfer' (BOT)
       Dibayar oleh wajib pajak paling lambat pada tanggal 15, di bulan setelah masa BOT berakhir.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar